Rumah Adat Terpopuler Di Indonesia: Dari Banten Hingga Papua

Posted on

Ada banyak rumah adat di Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Menurut Indonesia.go.id, data BPS tahun 2010 saja menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 300 suku dan suku, di mana terdapat 1.340 suku bangsa khusus di Indonesia.

Di antara berbagai rumah adat tersebut, ada beberapa yang paling populer atau terkenal.

Deretan rumah adat juga memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya.
Baca juga:
Pelajari seni visual terapan
Manakah rumah tradisional yang paling populer? Berikut daftar, asal usul dan keunikannya.

  1. Rumah Adat Baduy (Banten)
    Suku Baduy di Suku Baduy di foto: (Yogaku Puspita Rini Sagala/d’traveler)

Salah satu rumah adat yang sering kita lihat adalah rumah adat Baduy.

Rumah adat Baduy memiliki desain yang sederhana dengan bentuk dasar rumah panggung yang tidak terlalu tinggi.

Keunikan rumah adat Baduy adalah penggunaan batu kali sebagai komponen penyangga. Batu ini digunakan untuk menopang tiang dan menahan tanah agar tidak bergeser.

Selain keunikan batu kali, tiang-tiang rumah adat Baduy

juga memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Ketinggian yang berbeda ini harus mengikuti kontur medan.

Oleh karena itu, pada bagian lantai yang datar dan tinggi, tiang penyangga cenderung lebih rendah daripada di lantai dengan kontur miring.

  1. Rumah Kebaya (DKI Jakarta)

Rumah kebaya tradisional juga sering muncul di berbagai media seperti televisi.

Salah satu keunikan desain rumah Kebaya adalah adanya gazebo atau teras dengan meja dan kursi.

Jika memperhatikan atap atau genteng rumah kebaya, dibangun persis dengan bentuk pelana kuda. Bagian genteng ini umumnya terbuat dari genteng tanah atau anyaman daun kirai.

Pada bagian dindingnya sendiri, rumah Kebaya terbuat dari kayu nangka dan dicirikan dengan warna cat tembok yang lebih terang seperti kuning.

Selain itu, keunikan lain dari rumah tradisional Kebaya adalah desain pintu rumah yang disebut dengan pintu louvre.

Pintu louvre ini memiliki keistimewaan dimana pintu dan jendelanya lebar dan lubang udaranya disusun

secara horizontal.

  1. Rumah Gadang (Sumatera Barat)
    Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah adat dan banyak digunakan di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut oleh masyarakat setempat dengan nama lain yang disebut Rumah Bagonjong, atau ada juga yang disebut Rumah Baanjuang. detikfoto / dikhy sasra Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah adat dan banyak digunakan di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut oleh masyarakat setempat dengan nama lain yang disebut Rumah Bagonjong, atau ada juga yang disebut Rumah Baanjuang. detikfoto / dikhy sasra Foto: dikhy sasra

Saat melihat Rumah Gadang, Anda mungkin mengira bentuknya menyerupai kapal atau perahu.

Keunikan yang paling menonjol dari rumah gadang adalah bentuk atapnya yang menyerupai tanduk kerbau. Atap rumah Gadang biasanya terdiri dari empat atau enam bagian dan lengkungan di bagian depan rumah juga mengarah ke depan.

Atap rumah gadang terbuat dari daun lontar (rumbio).

Bagian depan Rumah Gadang merupakan area yang sangat penting karena di situlah letak tangga yang mengarah ke dalam, sedangkan tangga di ujung biasanya hanya digunakan untuk dapur.

Meski terbuat dari kayu, Rumah Gadang dibangun dengan desain yang kokoh tahan gempa hingga 8 skala richter. Uniknya, sambungan rumah gadang ini dibuat bukan dengan paku, melainkan dengan pasak, sehingga sangat lentur.

Tiang-tiang rumah Gadang juga dipasang pada batu cipher, yang digunakan untuk menahan getaran gelombang dari tanah.

  1. Rumah Adat di Honai (Papua)
    Keberadaan rumah adat khas Papua, tepatnya di Puncak Jaya, masih dilestarikan. Hal itu dilakukan agar budaya masyarakat setempat tetap terjaga dan keberadaan rumah adat khas Papua tepatnya di Puncak Jaya tetap eksis. Hal ini dilakukan untuk melestarikan budaya masyarakat setempat. Foto: Lamhot Aritonang

Tidak seperti kebanyakan rumah tradisional di Indonesia yang strukturnya merupakan rumah panggung, rumah Honai memiliki lantai dasar.

Rumah Honai sendiri sebenarnya terdiri dari dua lantai. Lantai satu digunakan sebagai tempat untuk kegiatan seperti penyuluhan, kegiatan malam hari, dll. Sedangkan lantai dua sendiri

Baca juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id

Rate this post